Ketersebaran pemilih berdasarkan pilihan politik


Indonesia teridiri 17 ribuan pulau, berisi penduduk yang beragam bahasa, suku , bangsa, agama dan budaya. Diantara sekian pulau tersebut ada yang berpenghuni, ada juga yang tidak berpenghuni. Namun diantara ribuan pulau tersebut, terdapat empat pulau terbesar, yaitu pulau Kalimantan, Sumatera, Papua, Sulawesi dan Jawa. Selain itu terdapat juga pulau yang berpenduduk banyak seperti Bali, NTB, Maluku, Bangka, Pangkal Pinang dll.


Pulau-pulau tersebut dihuni oleh beragam bahasa dan etnik, meskipun umunya dihuni oleh mayoritas etnik tertentu. Misalnya pulau Jawa di huni oleh mayotas suku Jawa dan Sunda, Sumatera di huni oleh suku Melayu, Gayo,  Batak, dan Minang. Kalimantan dihuni oleh suku Melayu dan Dayak. Sulawesi di huni oleh suku Minahasa dan Makassar, Papua dihuni  oleh suku Papua. 

Suku-suku yang ada di Indonesia juga ditandai dengan identitas keagamaan, misalnya yang identik dengan muslim adalah Melayu , Sunda,  Minang, dan Jawa. Suku Bali identik dengan penganut  agama identik Hindu, Batak Karo, Batak Dairi identik dengan Kristen, Papua mayoritas Kristen. Suku Makassar mayoritas muslim.


Peta dukungan Capres Cawapres pada Pemilu 2014

Pilihan politik juga dapat menggambarkan asal usul agama, misalnya penganut agama Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu banyak menyalurkan aspirasi politiknya melalui PDIP, sementara yang beragama Islam umunya memilih partai seperti PKS, PPP, PKB dan PAN. Meskipun ada pemilih non muslim, tapi jumlahnya tidak banyak. Selain itu ada juga yang menyalurkan pilihan politiknya tidak didasarkan pada asal usul agama, karena banyak jugga yang beraliran nasionalis, mereka ini umumnya menyalurkan pilihan politiknya di partai nasionalis, seperti Golkar, Nasdem dan Demokrat.

Partai-partai Islam

partai-partai yang berfusi ke PDI pada masa orde baru










Dari pilihan penyaluran aspirasi politik sesuai dengan latar belakang agama, maka persebaran penduduk di wilayah-wilyah Indonesia dapat di petakan pilihan poltiknya. misalnya wilayah Sumatera umumnya banyak memilih partai Islam, sebagian pulau Jawa, NTB, dan sebagian kalimantan. dalam artian, diamana mayoritas penganut agama tertentu, dapat menggambarkan pilihan politik mereka.

Oleh karena itu, pemilihan presiden dan wakil presiden, dapat diperediksi dimana pendukung kuat capres dan cawapres 01 dan dimana paling kuat dukungan terhadap pasangan capres dan cawapres 02. Pasangan cawapres 01 banyak didukung oleh partai yang banyak didukung oleh non muslim dan nasionalis, sementara pasangan capres dan cawapres 02 umumnya dipilih oleh pemilih muslim.

prosentasi Caleg di PDIP berdasarkan agama pada pemilu 2019
Meskipun sulit mengatakan bahwa pemilih yang menyalurkan aspirasinya ke 01 adalah muslim yang kurang taat, namun dapat dipastikan bahwa pemilih capres dan cawapres 02 umumnya adalah muslim yang taat dan fanatik. Sehingga dari analisa ini, dapat dibuat garis pemisah, bahwa pemilihan capres tahun 2019 adalah pertarungan suara muslim taat dan fanatik dengan mayoritas non muslim yang dibantu oleh sebagian muslim yang kurang taat.
Politik adalah politik, dalam artian sulit menghubungkan kepentingan agama dan politik, karena agama adalah garis yang lurus sementara politik merupakan jalan berkelok, banyak persimpangan dan banyak kabut.Namun demikian sulit memisahkan real politik dengan politik identitas, karena masing-masing orang memiliki ideologi, cara pandang dan imajinasi yang berbeda.

Politik identitas itu dicela tapi dilakukan. Bagaimanapun imbauan dari para teoritis politik, tapi faktanya, pelaku politik praktis, apapun dilakukan untuk mendulang suara dan mempengaruhi masyarakat untuk menjatuhkan pilihan kepada partainya. Umumnya dicari persamaan, misalnya persamaan agama, suku, bahasa, geografis, pendidikan, hobi dan segala perbedaan lain, karena secara naluriah manusia akan mudah bersatu pada hal-hal yang sama, termasuk musuh yang sama.












Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUKUM KEPERCAYAAN-By. Suhri Nasution

HUKUM-HUKUM KEHIDUPAN By. Suhri Nasution