MENDIDIK ANAK 

Siapa itu anak?
Dalam beberapa teori pendidikan, terdapat beberapa pendekatan memahami anak. Dalam bahasa penyair Kahlil Gibran, ‘anak itu adalah titipan Tuhan’. Sementara dalam dalam pendekatan pendidikan modern bahwa anak itu adalah manusia yang terlahir sebagai manusia baru, dia dapat dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya.
Peranan pengaruh lingkungan di sini dimaksudkan bahwa seorang anak dapat menjadi individu yang dibentuk oleh lingkungan. Artinya ibarat tanaman, apabila lahan tempat tumbuhnya subur, maka tanaman tersebut tumbuh sehat, kuat dan produktif. Sebaliknya apabila tanah dan lingkungan disekitarnya tidak mendukung, tanaman tersebut kalaupun tumbuh  menjadi kerdil, atau bahkan mati sebelum waktunya.
        Terkait dengan besarnya peranan lingkungan dalam membentuk anak, dapat dipahami bahwa posisi anak sangat tergantung dari lingkungan di sekitarnya, apakah ia lingkungan keluarga, pendidikan, tempat bergaul, bacaan, tontonan berpengaruh kuat terhadap perkembangan anak, baik secara fisik maupun psikologis. Nabi Muhammad SAW, menjelaskan, “seorang anak dilahirkan dalam keadaan suci, maka kedua orangtuanya yang menjadikan anak tersebut menjadi Yahudi ataupun Nasrani”.
        Dalam hadits tersebut tidak menghakimi bahwa menjadi Yahudi ataupun Nasrani menjadi baik ataupun buruk, namun seorang anak dengan mudah terbentuk oleh pola pendidikan dilingkungannya. Apabila seorang anak diarahkan menjadi penganut agama yang baik, maka sejak dini sudah dibiasakan menanamkan perilaku-perilaku yang baik.

Apa tabiat anak?
Tabiat berasal dari bahasa Arab. Secara harfiah bermakna ‘alam’. Dalam konteks akhlak, tabiat sepadan dengan makna ‘karakter’. Karakter itu sendiri bentukan dari pola pikir, persepsi, perbuatan, tindakan yang dibiasakan. Karena tindakan yang dibiasakan, maka karakter dapat disebut sebagai ciri yang membedakan seseorang dengan yang lain.
Karakter itu sendiri dapat dikatakan baik apabila secara umum sesuai dengan norma-norma yang dipegang oleh masyarakat. Juga karakter dapat dikatakan buruk, apabila terdapat penyimpangan dengan norma-norma umum yang dipegang oleh masyarakat.
Tabiat anak sebagai hasil dari kristalisasi pengalaman dan pendidikan dalam perjalanan hidupnya, sangat mempengaruhi masa depan anak tersebut. Apabila tabiat yang menjadi kebiasaan anak tersebut baik, besar kemungkinan, masa depan anak tersebut menjadi baik.  Namun apabila tabiat anak tersebut buruk, menjadi pertanda masa depan anak tersebut suram.
Baik buruknya tabiat anak, tidak dapat dilepaskan dari bimbingan orang-orang disekitarnya. Orang disekitar disini meliputi lingkungan keluarga, teman-teman dekat, lingkungan pergaulan dan sumber-sumber informasi di seputarnya.
Bagaimana mendidik anak?
Banyak teori mendidik anak. Namun bagaimanapun ada cara mendidik anak yang dapat berlaku secara umum, juga ada cara mendidik anak disesuaikan dengan karakter anak. Sama halnya dengan merawat pohon, secara umum pohon harus dirawat, disiram dipupuk, disiangi dan di pelihara dari hama. Namun setiap pohon berbeda cara merawat, jenis pupuk yang digunakan, cara menyiangi dan penanganan hama yang menyerang.
Untuk menentukan cara mana yang terbaik, tergantung pada keseriusan ketekunan dalam merawat dan membimbing anak. Setiap anak memiliki cara yang berbeda penanganannya sesuai dengan karakter serta tingkat perkembangan usianya. Masing-masing anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Untuk mengetahui kebutuhan ini, tentu dibutuhkan komunikasi intensif antara orang tua dan anaknya, sehigga dapat ditemukan titik temu antara keduanya, bagaimana mecari solusi untuk  menyelesaikan setiap permasalahan.

Kemana anak di arahkan?
Ada beberapa prinsip umum kemana anak diarahakan.
Prinsip-prinsip umu tersebut, bagaimana anak diarahkan untuk menjadi:
1.      Manusia dewasa yang siap memikul tanggung jawab sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga Negara yang baik.
2.      Manusia dewasa yang memiliki keyakinan keagamaan yang baik dan benar.
3.      Manusia yang dapat hidup layak dan sejahtera baik secara ekonomi maupun psikologi.
4.      Manusia yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat disekitarnya.

Faktor keberhasilan dan kegagalan mendidik anak
Fakator keberhasialan:
1.      Sinergitas kedua orangtua dalam membimbing anak.
2.      Ketekunan, ketabahan dan kesabaran pendidik.
3.      Kerjasama yang baik antara seorang anak dan pendidiknya.
4.      Doa yang terus menerus dari kedua orangtuanya.

Faktor kegagalan
1.      Faktor kurangnya pemahaman orang tua tentang bagaimana cara mendidik anak.
2.      Komunikasi yang kurang baik antara seorang anak dan orang dekat disekitarnya.
3.      Lingkungan yang buruk.
4.      Pendidikan yang buruk.
5.      Makanan dan minuman yang diberikan kepada anak.
6.      Dasar pendidikan agama dan akhlak yang kurang.
Bangun lingkungan yang baik untuk perkembangan anak




Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUKUM KEPERCAYAAN-By. Suhri Nasution

HUKUM-HUKUM KEHIDUPAN By. Suhri Nasution